Trisno PAS Band Meninggal Dunia di Usia 56 Tahun Setelah Berjuang Melawan Gagal Ginjal

Musikku.id – Kabar duka datang dari industri musik Tanah Air. Trisno PAS Band meninggal dunia pada Sabtu, 1 Agustus 2026 pukul 14.29 WIB di RS Hermina Bandung dalam usia 56 tahun.
Pemilik nama lengkap Bambang Sutrisno itu mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif akibat kondisi kesehatannya yang terus menurun.
Kepergian Trisno menjadi kehilangan besar bagi dunia musik Indonesia. Selama puluhan tahun, ia dikenal sebagai salah satu pilar utama PAS Band yang turut membentuk identitas musik rock alternatif Indonesia.
Perjuangan Panjang Melawan Gagal Ginjal
Sebelum wafat, Trisno diketahui berjuang melawan penyakit gagal ginjal yang telah memengaruhi kondisi kesehatannya dalam beberapa waktu terakhir.
Baca juga: Tiket Konser Kanye West Jakarta Bisa Dicicil 3 Bulan, Harga Mulai Rp1,875 Juta
Menurut informasi yang disampaikan rekan satu bandnya, Sandy, fungsi ginjal Trisno dilaporkan tinggal sekitar 5 persen, sehingga ia harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kondisi tersebut membuat aktivitas Trisno semakin terbatas dan membutuhkan pengawasan medis secara menyeluruh.
Meski demikian, keluarga, sahabat, dan para penggemar terus memberikan dukungan serta doa agar kondisinya membaik.
Perjuangan Trisno ternyata tidak berhenti pada gagal ginjal.
Tim medis juga menemukan adanya sumbatan pembuluh darah di bagian kepala yang meningkatkan risiko terjadinya stroke.
Baca juga: Momo Akhirnya Comeback Setelah Hampir 10 Tahun, Duet Bareng Enau
Temuan tersebut membuat proses penanganan menjadi jauh lebih kompleks karena tim dokter harus menangani beberapa kondisi serius secara bersamaan.
Selama menjalani perawatan di ruang ICU RS Hermina Bandung, kondisi Trisno terus dipantau secara intensif hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu siang.
Sosok Penting dalam Sejarah PAS Band
Nama Trisno tidak bisa dipisahkan dari perjalanan PAS Band.
Sebagai bassist, ia berperan besar membangun karakter musik band asal Bandung tersebut hingga dikenal sebagai salah satu pelopor rock alternatif Indonesia.
Bersama Yukie, Beng Beng, dan Sandy, Trisno ikut melahirkan berbagai lagu yang menjadi soundtrack kehidupan banyak penikmat musik Indonesia.
Permainan bass yang khas, energi di atas panggung, serta konsistensinya selama puluhan tahun membuatnya dihormati oleh banyak musisi lintas generasi.



