Bocil Nyanyi Lagu Anak dengan Death Metal, Malvomed Bikin “Aku Lapar” Makin Brutal

Musikku.id – Bagaimana jadinya jika lagu anak-anak yang identik dengan melodi ceria tiba-tiba dihantam riff gitar agresif, blast beat, dan breakdown death metal?
Jawabannya datang dari Malvomed, band tech death asal Samarinda, Kalimantan Timur. Bersama penyanyi cilik bernama Bunga, mereka menghadirkan lagu berjudul “Aku Lapar” dengan pendekatan yang sama sekali tidak biasa.
Alih-alih membuat lagu tersebut terdengar ringan dan ceria seperti lagu anak pada umumnya, Malvomed justru membawanya masuk ke wilayah musik ekstrem.
Hasilnya adalah perpaduan yang kontras, tema sederhana dan polos dari lagu anak-anak bertemu dengan karakter musik death metal yang agresif dan intens.
Baca juga: Tiket Punya Vokalis Baru! Rifqi FTR Resmi Bergabung di Formasi Teranyar
Yang paling mencuri perhatian tentu bukan hanya aransemen musiknya, tetapi sosok Bunga yang tampil sebagai vokalis di tengah atmosfer musik yang jauh dari gambaran lagu anak-anak pada umumnya.
Bunga Jadi Pusat Perhatian di “Aku Lapar”
Kehadiran penyanyi cilik Bunga menjadi elemen yang membuat konsep lagu anak death metal ini semakin menarik.
Baca juga: Slank Rilis “Rakus”, Sentil Keserakahan dan Korupsi
Di dunia musik ekstrem, vokal biasanya menjadi salah satu bagian yang paling identik dengan karakter agresif. Karena itu, menempatkan penyanyi cilik sebagai vokalis dalam sebuah proyek seperti ini menghadirkan kontras visual dan musikal yang sangat kuat.
Bunga berada di tengah atmosfer yang secara musikal terasa berat.
Kontras tersebut terlihat jelas dalam materi visual yang menampilkan Malvomed bersama Bunga. Di satu sisi, personel band membawa estetika khas musik metal. Di sisi lain, Bunga hadir dengan karakter yang jauh lebih sederhana dan dekat dengan dunia anak-anak.
Perbedaan itu justru menjadi kekuatan konsep.
Namun, yang menarik adalah bagaimana Malvomed tidak perlu mengubah identitas musik mereka secara drastis hanya demi menyesuaikan diri dengan tema anak-anak.
Mereka tetap membawa karakter musik ekstrem yang menjadi bagian dari identitas band.



