Slank Rilis “Rakus”, Sentil Keserakahan dan Korupsi

Musikku.id – Tidak semua lagu baru dibuat sekadar untuk menghibur. Bagi Slank, musik juga bisa menjadi cara untuk menyuarakan keresahan terhadap keadaan di sekitar.
Semangat tersebut kembali terlihat lewat “Rakus”, lagu terbaru Slank yang masuk dalam album ke-26 mereka, Republik Fufufafa (2026).
Diciptakan oleh Kaka, “Rakus” mengangkat tema yang terdengar sederhana tetapi memiliki makna luas yaitu keserakahan. Dari sifat tidak pernah merasa cukup, lagu ini kemudian bersinggungan dengan persoalan sosial yang lebih besar, termasuk korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.
Baca juga: Harga Tiket Konser Maroon 5 Jakarta 2027, Mulai Rp1,25 Juta
Lewat karya tersebut, Slank kembali menunjukkan karakter mereka sebagai band yang tidak ragu membawa persoalan kehidupan nyata ke dalam musik.
Bagi penggemar Slank, tema seperti ini bukan sesuatu yang benar-benar asing.
Baca juga: Slank Rilis Album Republik Fufufafa, Lagu Rusak Ancur Jadi Kritik Keras Kerusakan Alam
Sepanjang perjalanan kariernya, Slank dikenal sebagai band yang kerap memasukkan isu sosial dan realitas kehidupan ke dalam karya mereka.
Karena itu, kehadiran “Rakus” terasa seperti kelanjutan dari karakter tersebut.
Slank memilih mempertahankan salah satu kekuatan utama mereka, membuat musik yang berbicara tentang kehidupan.
“Rakus” menunjukkan bahwa isu sosial masih bisa menjadi bagian dari karya musik kontemporer.
Tidak harus selalu disampaikan melalui pidato atau pernyataan panjang. Sebuah lagu pun dapat menjadi ruang untuk mengajak masyarakat berpikir.
Dan seperti banyak karya Slank lainnya, interpretasi akhir tetap berada di tangan pendengar.



