Aldi Taher Tantang Baskara, Minta Maaf ke Kameramen

Musikku.id – Aldi Taher kembali menjadi sorotan publik lewat unggahan di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, ia secara terang-terangan membela profesi kameramen yang menurutnya telah direndahkan melalui komentar Baskara Putra di media sosial X.
Dengan gaya bicara yang dikenal spontan dan penuh ekspresi, Aldi menyampaikan bahwa dirinya berada di pihak para pekerja di balik layar yang selama ini berkontribusi besar dalam dunia hiburan.
Ia juga menilai komentar Baskara tidak pantas disampaikan di ruang publik karena berpotensi menyinggung profesi kameramen.
Dalam unggahannya, Aldi menulis kalimat bernada keras, termasuk menyebut Baskara sebagai “katro” dan menegaskan dirinya siap menghadapi perdebatan secara terbuka.
“Lo yang katro dan tolol, gue di sisi kameramen. Boleh jadi apa aja asal jangan jadi boti (true). BISMILLAH LAWAN,” tulis Aldi.
Tak hanya melontarkan kritik, Aldi Taher juga meminta Baskara segera meminta maaf kepada kameramen yang menurutnya telah menjadi sasaran komentar negatif.
Baca juga: Kalau Soal Lagu Duet, Ari Lasso Memang Susah Dilawan! Tiga Lagu Ini Masih Jadi Favorit
Menurut Aldi, kameramen merupakan bagian penting dalam industri hiburan. Tanpa mereka, sebuah pertunjukan, konser, maupun produksi audiovisual tidak akan bisa dinikmati secara luas oleh masyarakat.
Ia kemudian menuliskan tantangan kepada Baskara agar bersedia berdiskusi secara langsung.
“Harus minta maaf lo ke kameramen. Pengen tahu se-metal apa nyali lo. Jangan sok artis, kameramen juga artis.”
Sebagai bentuk keseriusannya, Aldi juga menandai akun resmi .Feast, Team Hindia, hingga Lomba Sihir karena akun pribadi Baskara disebut tidak dapat ditandai.
Bahkan ia kembali menegaskan keinginannya untuk melakukan debat terbuka apabila Baskara bersedia.
Kronologi Polemik Baskara Hindia
Polemik ini bermula dari unggahan ulang Baskara Putra di media sosial X pada 25 Juni 2026.
Saat itu, beredar video konser yang memperlihatkan kamera menyorot layar ponsel salah seorang penonton.
Tulisan yang terlihat di layar ponsel berbunyi:
“Jadi apapun asal jangan jadi boti.”
Tulisan tersebut kemudian menjadi sorotan kamera hingga tampil di layar besar konser.
Melihat hal itu, Baskara mengkritik keputusan kameramen yang menampilkan gambar tersebut.
“Tolol. Kameramen juga ngapain nyorot ginian, katro.”
Unggahan tersebut kemudian viral dan memunculkan banyak respons, terutama dari kalangan fotografer, videografer, hingga pekerja kreatif yang merasa profesinya ikut disinggung.
Di sisi lain, sebagian pengguna media sosial menilai komentar Baskara lebih ditujukan pada keputusan pengambilan gambar, bukan menyerang profesi kameramen secara keseluruhan.
Sampai artikel ini ditulis, belum ada tanggapan publik dari Baskara Putra mengenai tantangan debat yang disampaikan Aldi Taher.



