Voice of Baceprot Tampil Bareng Orkestra di Tengah Hutan Forestra 2025!

Salah satu gelaran musik paling dinantikan tahun ini, Forestra 2025, resmi diumumkan akan digelar pada 30 Agustus 2025. Bertempat di Orchid Forest Cikole, Lembang, Bandung, Forestra kembali menghadirkan konsep unik yang memadukan keindahan alam dengan sajian musik orkestra megah yang digarap oleh Erwin Gutawa Orchestra.
Memasuki edisi keempatnya, Forestra tetap konsisten menghadirkan pengalaman berbeda dari konser musik pada umumnya. Dengan panggung yang dibangun di tengah hutan pinus, penonton diajak menikmati penampilan musisi lintas genre dalam suasana alam yang syahdu dan immersive.
“Kami ingin menciptakan pengalaman yang mendalam, menggabungkan keindahan alam dengan musik orkestra,” ungkap Erwin Gutawa dalam keterangan resmi yang diterima Jumat (4/7/2025).
Tahun ini, jajaran musisi yang akan tampil mencerminkan keberagaman musik Indonesia, mulai dari Reza Artamevia, Sal Priadi, Voice of Baceprot (VoB), The Sigit, Bernadya, The Panturas, hingga Ensemble Tikoro. Tidak hanya itu, musisi solo seperti Iksan Skuter, Raja Kirik, dan Oom Leo Berkaraoke juga akan menyuguhkan penampilan spesial.
Salah satu penampilan yang paling dinantikan adalah Voice of Baceprot yang untuk pertama kalinya akan tampil dengan iringan musik orkestra.
“Hanya di sini penonton bisa menyaksikan VoB tampil dengan musik orkestra di tengah hutan. Itu yang jadi beda dengan pertunjukan musik lain,” ujar Barry Akbar dari ABM selaku promotor Forestra 2025.
Menurut Erwin Gutawa, musisi yang dipilih bukan hanya yang populer, tetapi juga yang memiliki karakter kuat, lirik dengan statement yang jelas, dan tentu saja kualitas musikalitas yang bisa berkolaborasi apik dengan orkestra.
“Untuk orkestra disiplinnya lumayan kuat. Kalau di band mungkin lebih bebas. Nah semua musisi yang diajak ini mau membuka diri demi hasil yang keren. Saya yakin ini gak ada di panggung lain. Ini akan jadi pengalaman yang unik baik bagi pemain atau yang nonton,” tambah Erwin.
Forestra 2025 juga mendapat sentuhan kreatif dari Jay Subyakto selaku Creative Director. Ia merancang panggung agar tidak mengalahkan elemen alam yang menjadi latar utama pertunjukan.
“Panggung Forestra dirancang agar memberi ruang bagi alam untuk ikut ‘berbicara’,” kata Jay.
Dari sisi penjualan tiket, antusiasme publik terhadap acara ini sangat tinggi. Kategori tiket Harmoni 2 dan Simfoni (Presale 1 & 2) telah habis terjual hanya dalam waktu singkat. Saat ini, Simfoni (Presale 3) masih tersedia dengan harga Rp685.000, dan tiket Awalan Hari (Early Entry) bisa diperoleh seharga Rp395.000 melalui situs resmi Forestra.id.



