Coki Netral Hadir dengan SonicFlo, “Ashley” Bawa Nuansa Retro 80-an

Musikku.id – SonicFlo kembali melanjutkan perjalanan menuju album debut Perdebatan. Kali ini, Coki Netral bersama band barunya menghadirkan “Ashley”, single keempat dengan perpaduan pop alternatif, nuansa retro 1980-an, dan produksi modern.
Ada alasan mengapa musik era 1980-an masih mudah menemukan tempat di telinga pendengar masa kini. Karakter synthesizer, atmosfer yang luas, hingga permainan melodi yang khas bisa terdengar nostalgik, tetapi tetap terasa relevan ketika diproduksi dengan pendekatan modern.
Formula tersebut kini coba dimainkan oleh SonicFlo melalui single terbaru mereka, “Ashley”.
Band yang diperkuat Coki Netral ini merilis “Ashley” sebagai single keempat dari album debut mereka, Perdebatan. Lagu tersebut menjadi kelanjutan perjalanan SonicFlo dalam memperkenalkan karakter musik mereka sebelum album debut tersebut hadir secara utuh.
Baca juga: Setelah Kolaborasi di “Fana”, Roni Budiman Resmi Bergabung dengan Aftersunset
Tidak sekadar mengandalkan nuansa retro, “Ashley” membawa pendekatan pop alternatif dengan produksi yang lebih modern. Atmosfer menjadi salah satu elemen penting dalam membangun karakter lagu ini.
Hasilnya adalah pertemuan antara rasa nostalgia musik 1980-an dengan warna SonicFlo yang lebih kekinian.
Selain nuansa retro, aransemen atmosferik menjadi salah satu elemen yang menonjol dalam “Ashley”.
Atmosfer dalam musik sering kali tidak langsung terlihat seperti melodi atau lirik. Namun, elemen ini dapat menentukan bagaimana sebuah lagu terasa ketika didengarkan.
SonicFlo memanfaatkan pendekatan tersebut untuk membangun karakter “Ashley”.
Baca juga: 22 Tahun Berlalu, “Pertama Kali” Stinky Hidup Lagi di Tangan Andre Taulany
Alih-alih membuat lagu hanya bertumpu pada struktur pop yang sederhana, mereka memberikan ruang bagi suasana untuk berkembang.
Pendekatan atmosferik juga sejalan dengan karakter pop alternatif yang memungkinkan sebuah band mengeksplorasi tekstur suara lebih jauh.
Karena itu, “Ashley” tidak hanya menawarkan nostalgia melalui sentuhan 1980-an, tetapi juga memperlihatkan bagaimana SonicFlo mencoba membangun identitas musikalnya sendiri.



