Berita TerbaruMusisi

Kenapa Album “Seperti Seharusnya” Masih Dianggap Masterpiece NOAH?

Dirilis setelah masa sulit Ariel dan pergantian nama dari Peterpan, album ini jadi simbol comeback paling emosional dalam sejarah musik Indonesia.

Musikku.id – Tahun 2012 jadi salah satu titik paling penting dalam perjalanan musik NOAH. Setelah melewati berbagai masalah, pergantian nama dari Peterpan menjadi NOAH, hingga vakum cukup lama dari industri musik, mereka akhirnya kembali lewat album “Seperti Seharusnya”.

Dan comeback mereka ternyata bukan comeback biasa.

Album ini langsung meledak sejak hari pertama dirilis pada 16 September 2012. Lagu-lagu seperti “Separuh Aku”, “Tak Lagi Sama”, hingga “Hidup Untukmu Mati Tanpamu” mendominasi radio, televisi, sampai playlist anak muda pada masanya.

Bahkan sampai hari ini, lagu-lagu tersebut masih sering diputar ulang di platform streaming dan media sosial.

Album yang Penuh Tekanan dan Harapan

Album Seperti Seharusnya NOAH Tahun 2012
Album Seperti Seharusnya NOAH Tahun 2012

Saat “Seperti Seharusnya” diumumkan, publik sebenarnya punya ekspektasi sangat besar terhadap NOAH. Banyak orang penasaran, apakah Ariel dan kawan-kawan masih bisa membuat karya sehebat era Peterpan?

Pertanyaan itu wajar muncul. Apalagi saat itu NOAH baru saja melewati masa sulit yang membuat perjalanan band mereka sempat terhenti cukup lama.

Namun alih-alih tenggelam dalam tekanan, NOAH justru menjawab semuanya lewat musik.

Baca juga: 7 Lagu Awal NOAH yang Tak Pernah Hilang dari Playlist Indonesia

“Seperti Seharusnya” hadir dengan nuansa yang lebih dewasa dan megah. Sound mereka terasa lebih modern, tetapi tetap mempertahankan ciri khas melodi emosional yang sejak dulu melekat pada Ariel.

Banyak penggemar menganggap album ini sebagai jembatan antara nostalgia Peterpan dan identitas baru NOAH.

“Separuh Aku” Jadi Lagu yang Sangat Personal

Dari semua lagu dalam album ini, “Separuh Aku” mungkin menjadi yang paling melekat di hati banyak pendengar.

Lagu tersebut terasa emosional dan sangat personal. Tidak sedikit yang menganggap liriknya merepresentasikan perjalanan hidup Ariel sendiri saat itu.

Ditambah dengan aransemen yang sederhana tapi kuat, “Separuh Aku” sukses menjadi anthem patah hati generasi 2010-an.

Sementara itu, “Tak Lagi Sama” menghadirkan nuansa galau yang lebih dalam dan melankolis. Sampai sekarang, lagu itu masih sering dinyanyikan di tongkrongan, acara musik, bahkan cover TikTok dan YouTube.

“Raja Negeriku” Jadi Pembuka yang Sangat Epik

Salah satu hal yang membuat album ini terasa berbeda adalah track pembukanya, “Raja Negeriku”.

NOAH membuat lagu tersebut dengan konsep yang cukup besar dan emosional. Mereka memasukkan cuplikan pidato Presiden Soekarno dan melibatkan ratusan suara penghuni Rutan Kebonwaru Bandung untuk menciptakan suasana heroik.

Baca juga: Ariel NOAH & Raisa Bikin Heboh! Lagu “Senang Dengar Suaramu Lagi” Viral Bahkan Sebelum Rilis

Hasilnya benar-benar terasa megah dan belum pernah dilakukan NOAH sebelumnya.

Banyak fans menganggap “Raja Negeriku” sebagai salah satu lagu pembuka album terbaik dalam perjalanan karier mereka.

Strategi Perilisan yang Sangat Gila di Zamannya

Bukan cuma musiknya yang fenomenal, strategi perilisan album ini juga bikin heboh industri musik Indonesia.

Untuk merayakan comeback mereka, NOAH menggelar konser di lima negara dalam waktu 24 jam. Konser tersebut menjadi sorotan besar karena jarang ada musisi Indonesia yang melakukan konsep sebesar itu.

NOAH tampil di Melbourne, Hong Kong, Kuala Lumpur, Singapura, dan Jakarta hanya dalam sehari.

Di era sekarang mungkin terdengar biasa, tapi pada 2012 itu benar-benar jadi sesuatu yang luar biasa.

Dijual di KFC karena Pembajakan Musik

Ada cerita menarik lain di balik sukses album ini. Saat itu, industri musik Indonesia sedang menghadapi masalah besar: pembajakan.

Penjualan CD di toko musik mulai menurun drastis. Banyak album bocor dan dijual ilegal di mana-mana. Karena itulah NOAH dan Musica Studio’s mengambil langkah unik dengan menjual album “Seperti Seharusnya” lewat gerai KFC Indonesia.

Strategi tersebut ternyata sangat berhasil.

Dalam waktu singkat, album ini terjual ratusan ribu kopi dan akhirnya menembus lebih dari satu juta penjualan. Angka tersebut menjadi pencapaian luar biasa di era ketika industri musik fisik mulai menurun.

Daftar Lagu yang Sangat Kuat

Salah satu alasan kenapa album ini bertahan lama adalah kualitas tracklist-nya yang sangat solid dari awal sampai akhir.

Berikut daftar lagu dalam album “Seperti Seharusnya”:

  • Raja Negeriku
  • Jika Engkau
  • Separuh Aku
  • Hidup Untukmu, Mati Tanpamu
  • Ini Cinta
  • Terbangun Sendiri
  • Sendiri Lagi
  • Demi Kita
  • Tak Lagi Sama
  • Puisi Adinda

Banyak penggemar menilai hampir semua lagu dalam album ini punya karakter kuat dan sulit dilewatkan. Jarang ada album pop Indonesia yang bisa terasa konsisten dari track pertama sampai terakhir seperti “Seperti Seharusnya”.

NOAH Berhasil Keluar dari Bayang-bayang Peterpan

Hal paling penting dari album ini mungkin bukan soal angka penjualan atau popularitas lagu-lagunya.

Tetapi bagaimana NOAH berhasil membangun identitas baru tanpa kehilangan akar musik mereka.

Perubahan nama dari Peterpan menjadi NOAH sempat membuat banyak orang ragu.

Namun lewat album ini, Ariel dan kawan-kawan membuktikan bahwa mereka masih punya kualitas sebagai salah satu band terbesar Indonesia. Dan yang paling penting, mereka tidak mencoba menjadi Peterpan lagi.

NOAH hadir dengan versi yang lebih dewasa, lebih matang, dan lebih emosional.

Masih Relevan Sampai Sekarang

Meski sudah lebih dari satu dekade berlalu, “Seperti Seharusnya” masih terus hidup di telinga banyak orang.

Lagu-lagunya tetap relevan dan terus diputar generasi baru yang mungkin bahkan belum sempat merasakan masa kejayaan album ini saat pertama rilis.

Di platform streaming, lagu-lagu NOAH dari album ini masih punya jumlah pendengar yang sangat besar. Bahkan di media sosial seperti TikTok, potongan lagu “Separuh Aku” dan “Tak Lagi Sama” masih sering dipakai sebagai backsound konten galau.

Itulah alasan kenapa banyak orang menyebut “Seperti Seharusnya” bukan cuma album comeback biasa. Album ini adalah cerita tentang bangkit setelah jatuh.

Tentang memulai ulang dan tentang bagaimana sebuah karya besar selalu menemukan jalannya sendiri.

Buat banyak penggemar musik Indonesia, “Seperti Seharusnya” bukan sekadar album. Ia adalah soundtrack dari sebuah fase hidup.

Dan sampai hari ini, album tersebut masih menjadi bukti bahwa NOAH pernah menciptakan salah satu comeback terbaik dalam sejarah musik Indonesia modern.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button