Avenged Sevenfold 5 Kali Tampil di Indonesia, Ini Sejarahnya

Musikku.id – Bukan sekadar kembali datang. Avenged Sevenfold akan mencatat penampilan kelima mereka di Indonesia ketika naik panggung di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu, 10 Oktober 2026.
Perjalanan A7X bersama penggemar Indonesia sebenarnya sudah dimulai hampir dua dekade lalu. Dari panggung kecil di Tennis Indoor Senayan pada 2007, konser kedua pada 2008, pertunjukan yang batal pada 2012, hingga “penebusan” di Parkir Timur Senayan pada 2015 dan konser besar di Stadion Madya GBK pada 2024.
Kini, Jakarta kembali masuk agenda penting Avenged Sevenfold. Bahkan, dalam pengumuman resmi tur Asia 2026, band asal Amerika Serikat itu memastikan mereka kembali menyapa penggemar di Asia, termasuk Jakarta.
Baca juga: Gokil! Avenged Sevenfold Pilih Isyana Sarasvati dan St. Loco Buka Konser Jakarta
Jika hanya menghitung konser yang benar-benar berlangsung, penampilan A7X di Indonesia akan berjumlah lima kali setelah konser JIS 2026.
Menariknya, angka tersebut sebenarnya bisa terasa seperti enam jika memasukkan agenda 2012. Namun, konser yang direncanakan di Pantai Karnaval Ancol pada 1 Mei 2012 batal digelar karena persoalan keamanan panggung.
Avenged Sevenfold sendiri menjelaskan bahwa struktur panggung dinilai tidak aman dan berpotensi membahayakan band, kru maupun penonton.
Kegagalan tersebut justru menjadi bagian penting dari sejarah hubungan A7X dengan Indonesia.
2007 – Awal Hubungan A7X dengan Indonesia
Avenged Sevenfold pertama kali tampil di Indonesia pada 7 Agustus 2007 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.
Kala itu, formasi A7X masih diperkuat The Rev di posisi drum. Konser tersebut juga menjadi salah satu momen awal ketika penggemar Indonesia menyaksikan langsung band yang sedang berada dalam fase penting perkembangan kariernya.
Respons penonton ternyata sangat besar. Sebelum konser berlangsung, tiket pertunjukan sebanyak sekitar 4.000 lembar dilaporkan telah habis terjual.
Baca juga: Avenged Sevenfold Jadi Band Indie, Tinggalkan Major Label Setelah 30 Tahun
Malam itu, A7X membawakan sejumlah lagu dari era City of Evil dan album-album sebelumnya. Dokumentasi setlist mencatat lagu seperti “Beast and the Harlot”, “Burn It Down”, “Unholy Confessions”, “Seize the Day”, hingga “Bat Country”.
Kedatangan pertama tersebut menjadi fondasi hubungan panjang Avenged Sevenfold dengan penggemar Indonesia.
2008 – A7X Kembali Setahun Kemudian
Belum genap dua tahun, Avenged Sevenfold kembali ke Jakarta.
Pada 22 Oktober 2008, A7X kembali tampil di Tennis Indoor Senayan. Konser tersebut menjadi penampilan kedua mereka di Indonesia.
Pertunjukan itu juga memperlihatkan semakin kuatnya respons Deathbat Indonesia. Dalam laporan musikku.id ketika itu, M. Shadows bahkan menyampaikan kecintaan mereka terhadap Jakarta dan menyebut kembalinya A7X sebagai sesuatu yang dinanti.
Dengan dua kunjungan beruntun pada 2007 dan 2008, Jakarta mulai menjadi salah satu kota yang punya tempat khusus dalam perjalanan tur A7X.
2012 – Konser Batal, tetapi Tidak Memutus Hubungan
Tahun 2012 menjadi salah satu babak paling diingat dalam sejarah A7X di Indonesia.
Avenged Sevenfold sebenarnya sudah berada di Jakarta dan bersiap tampil pada 1 Mei 2012. Namun, konser tersebut akhirnya dibatalkan pada hari pertunjukan.
Dalam pernyataan resminya, Avenged Sevenfold menegaskan bahwa alasan pembatalan adalah masalah keamanan panggung di Carnaval Beach. Mereka menyatakan panggung memiliki sejumlah kerusakan yang membuat pertunjukan tidak mungkin dilanjutkan dengan aman.
Batalnya konser itu membuat penonton kecewa. Namun, hubungan A7X dengan Indonesia tidak berhenti di sana.
Justru beberapa tahun kemudian, band tersebut kembali untuk membayar kekecewaan tersebut.
2015 – “Penebusan” di Parkir Timur Senayan
Pada 18 Januari 2015, Avenged Sevenfold kembali ke Jakarta.
Kali ini panggung mereka berada di Parkir Timur Senayan.
Konser tersebut menjadi penampilan ketiga A7X di Indonesia sekaligus momen yang sangat emosional karena sebelumnya mereka gagal tampil pada 2012.
Kala itu bahkan ada menyebut pertunjukan tersebut sebagai “penebusan dosa” setelah pembatalan konser tiga tahun sebelumnya.
M. Shadows juga secara langsung menyinggung insiden tersebut di atas panggung. A7X akhirnya membawakan 16 lagu selama sekitar dua jam, termasuk “Shepherd of Fire”, “Critical Acclaim”, “Hail to the King”, “Seize the Day”, “Nightmare”, “Bat Country” dan “A Little Piece of Heaven”.
Yang menarik, A7X juga memberikan pujian kepada penonton Indonesia. Antusiasme penggemar yang terus bernyanyi sepanjang konser membuat Jakarta meninggalkan kesan kuat bagi mereka.
2024 – Jakarta Jadi Satu-satunya Stop A7X di Asia
Setelah sembilan tahun berlalu, Avenged Sevenfold kembali ke Indonesia.
Pada 25 Mei 2024, mereka tampil di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta. Konser tersebut menjadi penampilan keempat A7X di Indonesia.
Ada satu hal yang membuat konser 2024 semakin istimewa.
Jakarta menjadi satu-satunya pemberhentian Avenged Sevenfold di Asia dalam rangkaian tur tersebut. Pertunjukan itu turut menghadirkan The Used serta Killing Me Inside Re:Union sebagai penampil pendamping.
Dalam sebuah wawancara dengan Kompas.com menjelang konser, M. Shadows juga menjelaskan alasan Indonesia dipilih sebagai satu-satunya negara Asia yang mereka datangi dalam tur tersebut.
Bagi penggemar Indonesia, keputusan tersebut memperlihatkan bahwa hubungan A7X dengan pasar Indonesia bukan sekadar hubungan antara musisi dan penonton biasa.
2026 – Avenged Sevenfold Kembali ke JIS
Belum dua setengah tahun sejak konser di Stadion Madya GBK, Avenged Sevenfold kembali mengumumkan pertunjukan di Jakarta.
Kali ini mereka akan tampil di Jakarta International Stadium (JIS) pada 10 Oktober 2026 dalam konser bertajuk Avenged Sevenfold Live in Indonesia. Pertunjukan tersebut dipromotori Ravel Entertainment.
Konser JIS ini sekaligus menjadi penampilan kelima Avenged Sevenfold di Indonesia.
Menariknya, kembalinya A7X bukan hanya karena promotor ingin membawa mereka kembali. Pendiri Ravel Entertainment, Ravel Junardy, mengatakan band tersebut memang sangat ingin kembali bertemu dengan Deathbat Indonesia dan bahkan berjanji menghadirkan sesuatu yang spesial.
Di sisi lain, situs resmi Avenged Sevenfold juga mencantumkan Indonesia dalam rangkaian 2026 Asia Tour mereka.
Dengan demikian, perjalanan A7X di Indonesia memiliki pola yang cukup unik: 2007, 2008, 2015, 2024, dan 2026.
Lima pertunjukan dalam rentang hampir 20 tahun tersebut menunjukkan bahwa Jakarta bukan nama baru dalam perjalanan konser Avenged Sevenfold.



