Memasuki Usia 40, Doni Nurdiansyah Berdamai dengan Diri Lewat Album Momentum 40
Menginjak usia 40 tahun, Doni Nurdiansyah tidak merayakannya dengan gegap gempita. Justru sebaliknya, solois asal Bandung itu memilih jalur yang lebih hening, sebuah ruang untuk berdamai dengan diri sendiri. Ruang itulah yang kemudian melahirkan album terbarunya bertajuk Momentum 40.
Album ini menjadi penanda fase hidup yang matang, di mana Doni tak lagi terburu-buru mengejar pengakuan. Ia hadir dengan tenang, jujur, dan sangat personal.
Lagu-lagu dalam Momentum 40 ditulis langsung dari pengalaman hidupnya sebagai manusia biasa, tentang menerima, melepaskan, dan memahami bahwa tidak semua hal harus terlihat istimewa.
Dari sembilan lagu yang mengisi album, “Jangan Serapuh Itu” menjadi salah satu track unggulan. Lagu ini memotret sisi rapuh manusia dengan pendekatan yang lembut namun mengena. Tanpa berlebihan, Doni mengajak pendengar untuk tetap bertahan dan bersikap lebih ramah pada diri sendiri.
Momentum 40 lahir dari kesederhanaan proses bertumbuh. Doni menyadari bahwa hidup tak selalu berjalan sesuai rencana, dan kedewasaan justru hadir saat seseorang mampu menerima hal tersebut. Prinsip itu pula yang ia pegang kuat dalam proses produksi album ini.
Menariknya, tantangan terbesar dalam pengerjaan Momentum 40 bukan terletak pada aransemen atau teknis musik, melainkan menjaga kejujuran. Doni memilih untuk tidak banyak berkompromi, membiarkan karakter musiknya mengalir secara naratif, apa adanya, tanpa polesan berlebihan.
Ke depan, Doni Nurdiansyah telah menyiapkan beberapa karya baru dengan pendekatan yang lebih eksperimental. Namun satu hal yang pasti, di usia 40 tahun ini ia tak lagi mencari panggung yang lebih besar. Ia justru lebih memilih merawat ruang sunyinya sendiri, tempat karya-karya jujur terus lahir.
Album Momentum 40 kini sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital, menjadi teman refleksi bagi siapa pun yang tengah belajar berdamai dengan perjalanan hidupnya.



