Maia Estianty Nilai Industri Musik Kini Tak Semenarik Era 2000-an

Musikku.id – Perubahan teknologi tidak hanya mengubah cara masyarakat menikmati lagu, tetapi juga memengaruhi bisnis di balik industri musik. Musisi Maia Estianty menilai industri musik saat ini tidak lagi semenarik era 2000-an, ketika penjualan album fisik dan layanan Ring Back Tone (RBT) menjadi bagian penting dari sumber pendapatan pelaku musik.
Pandangan tersebut disampaikan Maia saat menghadiri konferensi pers Synchronize Fest 2026 pada Minggu malam, 18 Oktober 2026. Ia membandingkan pengalaman bermusik pada masa lalu dengan kondisi industri saat ini, terutama mengenai pendapatan yang diperoleh dari karya musik.
“Menurut aku, bekerja di dunia musik itu sudah nggak seasyik dulu,” tutur Maia.
Menurut Maia, royalti dari layanan RBT serta penjualan kaset dan CD pada masa lalu terasa lebih menjanjikan dibandingkan kondisi yang ia rasakan pada era digital. Perubahan sistem distribusi musik membuat mekanisme pendapatan musisi ikut mengalami pergeseran.
Baca juga: Usia 14 Tahun, Lion Varend Rilis Single Kedua “Mulai Ingin Memilih”
“Jadi aku selalu ngomong di podcast bahwa royalti yang zaman dulu kita masih area Ring Back Tone (RBT) masih seru ya,” ungkapnya.
Maia kemudian menyoroti perbedaan pendapatan dari karya musik pada kedua periode tersebut.
“Kalau zaman sekarang tuh benar-benar digital, royaltinya tidak semanis zaman dahulu zaman kita masih Ring Back Tone, masih main fisik, bukan lagi digital,” katanya.
Ia juga mengenang masa ketika penjualan album dalam format fisik menjadi bagian penting dari bisnis musik.
“Jadi masih dapat jual kaset, jual CD itu masih nyata, musisi tuh makmur gara-gara itu,” lanjut Maia.
Pernyataan tersebut menggambarkan pandangan Maia terhadap perubahan industri musik yang ia alami selama berkarier. Di tengah semakin mudahnya masyarakat mengakses lagu melalui platform digital, persoalan pendapatan dan pembagian royalti tetap menjadi salah satu hal yang menarik perhatian pelaku industri.
Di tengah pandangannya mengenai perubahan industri musik, Maia juga mengungkapkan kebahagiaannya dapat kembali tampil di Synchronize Fest 2026.
Dalam festival tersebut, Maia tampil bersama Mey Chan di District Stage. Penampilan itu menjadi kesempatan bagi keduanya untuk kembali menyapa penonton dan menghadirkan nostalgia perjalanan musik mereka.
Maia turut menyampaikan permohonan maaf karena sempat membatalkan penampilan pada edisi festival tahun sebelumnya. Menurut penuturannya, penampilan yang batal tersebut kemudian digantikan oleh Pinkan Mambo.
“Senang ya, karena memang kan tahun lalu mestinya kan nyanyi di Synchronize. Waktu itu tiba-tiba aku harus cancel jadi mohon maaf semuanya, dan tapi nggak apa-apa kan waktu itu digantikan oleh Pinkan Mambo,” ujarnya.
Baca juga: Harga Tiket Konser Syahrini Cetar Membahana, Termahal Rp 35 Juta
Bagi Maia, festival musik tidak hanya menjadi tempat bagi musisi untuk tampil di hadapan penggemar. Acara semacam ini juga dapat mempertemukan kembali para pelaku musik yang kini memiliki kesibukan dan perjalanan karier masing-masing.
Ia pun menilai kesempatan tampil bersama dalam sebuah acara musik menjadi ruang untuk mengenang perjalanan yang telah dilalui.
“Senang karena memang kita ini kan sudah sibuk dengan dunianya masing-masing ya. Dengan adanya event-event seperti ini, ini bisa menyatukan Duo Maia dan band untuk bernostalgia kembali,” tutup Maia.



