D’MASIV Resmi Tinggalkan Musica Studio’s Setelah 20 Tahun, Umumkan Logo Baru dan Single Bahasa Inggris

Musikku.id – Band asal Ciledug itu memulai perjalanan baru sebagai grup independen dengan identitas visual baru dan mimpi menembus pasar musik dunia.
Setelah hampir 20 tahun bernaung di bawah Musica Studio’s, grup musik D’MASIV akhirnya resmi memulai perjalanan baru. Band yang digawangi Rian Ekky Pradipta dan kawan-kawan itu mengumumkan perpisahan mereka dengan label yang selama ini menaungi berbagai karya hits mereka.
Kabar tersebut diumumkan langsung dalam jumpa pers yang digelar di kawasan Halte Tosari, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (20/5). Meski resmi berpisah, hubungan D’MASIV dengan pihak Musica Studio’s disebut tetap berjalan baik dan penuh rasa hormat.
Rian menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan karena adanya konflik internal maupun hubungan yang tidak harmonis dengan Musica Studio’s maupun sosok Indrawati Widjaja atau yang akrab disapa Ibu Acin.
Baca juga: Tantri Rilis Debut Solo “Ibu Pekerja”, Curhat Paling Rapuh Seorang Ibu
Menurutnya, keputusan ini diambil demi membuka jalan baru bagi masing-masing pihak untuk berkembang lebih jauh.
“Perpisahan ini bukan karena ada masalah. Kami tetap berhubungan baik dengan Ibu Acin dan seluruh tim Musica. Ini lebih kepada perjalanan baru dan mimpi baru yang ingin kami capai,” ujar Rian.
D’MASIV Siap Menjadi Band Independen
Keputusan untuk keluar dari label besar menjadi langkah penting bagi perjalanan karier D’MASIV. Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu band papan atas Indonesia, kini mereka mencoba tantangan baru sebagai grup musik independen.
Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa D’MASIV ingin terus berkembang mengikuti perubahan industri musik yang semakin dinamis. Tidak hanya fokus di pasar Indonesia, mereka kini mulai membidik pasar internasional.
Rian mengatakan bahwa D’MASIV memiliki mimpi besar agar karya-karya mereka dapat didengar oleh lebih banyak orang di seluruh dunia.
Keinginan tersebut menjadi alasan kuat mengapa mereka mulai membangun identitas baru yang lebih universal, termasuk melalui musik berbahasa Inggris dan konsep visual terbaru.
Filosofi Logo Baru D’MASIV

Salah satu hal yang paling menarik perhatian dalam pengumuman tersebut adalah diperkenalkannya logo baru D’MASIV. Perubahan identitas visual itu langsung mencuri perhatian penggemar karena menghadirkan simbol pesawat kertas.
Bagi sebagian orang, pesawat kertas mungkin terlihat sederhana. Namun bagi D’MASIV, simbol tersebut memiliki makna mendalam yang menggambarkan perjalanan mereka sejak awal terbentuk.
Rian menjelaskan bahwa pesawat kertas menjadi lambang kesederhanaan sekaligus mimpi besar yang ingin terus diterbangkan tinggi.
“Logo itu seperti doa. Pesawat kertas melambangkan mimpi dan harapan. Kami berasal dari gang kecil di Ciledug, tapi kami ingin karya kami bisa terbang jauh dan didengar banyak orang di seluruh dunia,” kata Rian.
Pesawat kertas juga dianggap merepresentasikan perjalanan D’MASIV yang dimulai dari langkah sederhana. Mereka tumbuh bukan dari latar belakang glamor, melainkan dari perjuangan panjang membangun nama di industri musik Indonesia.
Kini, setelah sukses menciptakan banyak lagu populer, mereka ingin membawa semangat tersebut ke level yang lebih tinggi.
Tidak hanya memperkenalkan logo baru, D’MASIV juga meresmikan langkah baru mereka lewat perilisan single bahasa Inggris berjudul “On Our Own”.
Lagu tersebut menjadi simbol transformasi D’MASIV menuju pasar global. Penggunaan bahasa Inggris disebut sebagai salah satu strategi agar musik mereka dapat diterima lebih luas di luar Indonesia.
Menariknya, dalam proyek ini D’MASIV menggandeng produser musik internasional Ryan Benyo. Nama Ryan Benyo sendiri bukan sosok asing di industri musik global.
Ia diketahui pernah bekerja sama dengan sejumlah musisi internasional seperti Forest Blakk, Lisa Loeb, Parachute, Sheppard, The Aces hingga Cory Wong.
Baca juga: Indra The Rain hingga Bongky BIP Resmi Jadi Badan Pengawas WAMI 2026
Kolaborasi ini menjadi sinyal kuat bahwa D’MASIV memang serius membangun langkah menuju industri musik dunia.
Kehadiran Ryan Benyo diyakini memberikan warna baru bagi musik D’MASIV tanpa menghilangkan identitas mereka yang selama ini dikenal publik.
Perjalanan Panjang D’MASIV Bersama Musica Studio’s
Nama D’MASIV dan Musica Studio’s memang sulit dipisahkan. Selama hampir dua dekade, mereka bersama-sama melahirkan berbagai lagu hits yang berhasil mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia.
Beberapa lagu seperti “Cinta Ini Membunuhku”, “Jangan Menyerah”, hingga “Merindukanmu” menjadi karya yang melekat kuat di industri musik Tanah Air.
Karena itu, keputusan D’MASIV untuk berpisah dengan label tersebut menjadi momen emosional bagi banyak penggemar.
Meski demikian, perpisahan ini justru dianggap sebagai langkah dewasa dan penuh penghormatan antara dua pihak yang sama-sama pernah tumbuh bersama.
D’MASIV menegaskan bahwa tidak ada drama maupun konflik dalam keputusan mereka meninggalkan Musica Studio’s.
Mimpi Besar dari Gang Kecil Ciledug
Dalam kesempatan yang sama, Rian juga mengingatkan kembali perjalanan awal D’MASIV yang berasal dari Ciledug, Jakarta.
Mereka memulai semuanya dari tempat sederhana dengan mimpi yang mungkin dulu dianggap terlalu tinggi.
Namun lewat kerja keras dan konsistensi, D’MASIV berhasil membuktikan bahwa mimpi besar bisa diraih siapa saja.
Pesan tersebut kini kembali mereka gaungkan lewat filosofi logo baru dan perjalanan independen yang sedang mereka jalani.
“Kami ingin memberi tahu bahwa setiap orang punya mimpi. Kita boleh bermimpi setinggi mungkin walaupun berasal dari tempat sederhana,” tutur Rian.
Pernyataan itu langsung mendapat respons positif dari para penggemar yang mendukung langkah baru D’MASIV.
Banyak yang menilai keputusan menjadi independen justru membuka peluang lebih luas bagi mereka untuk bereksplorasi tanpa batas.
Babak Baru D’MASIV di Industri Musik
Perjalanan baru D’MASIV sebagai band independen diprediksi akan menjadi salah satu transformasi besar di industri musik Indonesia tahun ini.
Dengan identitas visual baru, lagu berbahasa Inggris, serta kolaborasi bersama produser internasional, D’MASIV terlihat ingin membawa warna berbeda dalam karier mereka ke depan.
Meski meninggalkan label yang telah menemani selama 20 tahun, D’MASIV memastikan semangat mereka tetap sama: terus berkarya dan menyampaikan pesan positif melalui musik.
Kini, langkah mereka menuju panggung internasional pun resmi dimulai.



